Pola Candlestick | Bacaan | Ketikan | Grafik | Bentuk | Arti | Formasi | Bullish | Bearish | Strategi | Contekan & sebagainya

    Try Olymp trade quick sign up and get extra rewards. 
(Last Updated On: 20th April 2022)

Cepat!! Bergabunglah Bersama Olymp Trade Sekarang & Dapatkan Bonus 100% Deposit

Pendaftarannya gratis & hanya butuh waktu 5 detik…

Halo apa kabar? Hari ini, di artikel ini, saya akan membahas salah satu bab terpenting bagi seorang trader yaitu cara membaca Grafik candlestick atau pola candlestick lengkap.

Tentunya, cara membaca candlestick? adalah salah satu keterampilan terpenting yang harus diketahui setiap trader.

Jadi, teruskanlah membaca Pola Candlestick | Bacaan | Ketikan | Grafik | Bentuk | Arti | Formasi | Bullish | Bearish | Strategi | Contekan & lainnya

Apa itu Candlestick?

Candlestick atau kandil adalah representasi grafis dari pergerakan harga saham, komoditas, & sebagainya.

Munehisa Homma

Grafik tersebut dikembangkan oleh Munehisa Homma, seorang Pedagang Beras di Jepang.

Bagaimana cara membaca grafik candlestick?

Di sini, Untuk mengilustrasikan Cara untuk membaca Grafik candlestick, saya akan menggunakan Olymp Trade

Jika Anda belum memiliki akun Olymp Trade. Klik disini.

Anda juga dapat mengisi formulir di bawah untuk mendaftar

Anda dapat mendaftar di sini…cobalah…

Setelah Anda mengklik tautan di atas, Anda akan melihat beranda Olymp Trade.

à Pertama, klik pendaftaran.

Sekarang, masukkan email dan kata sandi Anda lalu klik daftar.

Setelah Anda mendaftar di Olymp Trade, Anda akan mendarat di dashboard Olymp Trade.

Sekarang, klik tombol Chart. lalu pilih Japanese Candlestick dari menu yang tersedia.

Itu saja, pengaturan dasarnya sudah selesai!!!

Lalu bagaimana cara untuk membaca Grafik candlestick? Nah, itu sangat mudah

Candle atau lilin biasanya terbentuk sebagai High, Low, Open, & Close.

Terdapat 2 jenis candlestick dasar:

  1. Candlestick Merah atau Bearish
  2. Candlestick Hijau atau Bullish

Aturan utama Candlestick mengatakan:

Jika harga pembukaan berada di atas harga penutupan maka terbentuklah Candle MERAH atau PENJUAL

Lalu, Jika harga Penutupan berada di atas Harga Pembukaan maka terbentuklah Candle HIJAU atau PEMBELI.

Untuk memahami konsep ini dengan lebih jelas, saya akan memberikan sebuah contoh,

Misalkan, Harga Beras hari ini adalah 20 ribu per kg, yaitu lebih mahal dari harga kemarin yang hanya 17 ribu per Kg.

Sekarang, Jika Anda adalah seorang penjual yang cerdas, Anda akan bersemangat dan mencoba untuk MENJUAL lebih banyak, dan dengan demikian Candle Bearish atau Candle PENJUAL terbentuk.

Lalu, Misalkan, Harga Beras hari ini adalah 20 ribu per kg, dan keesokan harinya harga turun menjadi 16 ribu per Kg.

Sekarang, Jika Anda adalah seorang Pembeli yang cerdas, Anda akan bersemangat dan mencoba untuk membeli lebih banyak. Dengan demikian candle hijau atau candle bullish terbentuk.

 

Macam-macam Pola Candlestick

Sekarang, di bagian ini, saya akan mengajari Anda tentang macam-macam pola candlestick atau jenis-jenis candlestick.

Pertama, perhatikan poin-poin penting ini sebelum Anda memulai:

  • Setiap Candle menggambarkan pertarungan antara PEMBELI dan PENJUAL.
  • Bull = Pembeli atau Candle Hijau
  • BEAR = Penjual atau Candle Merah
  • Semakin panjang tubuhnya, maka akan semakin jelas
  • Semakin panjang sumbunya, maka akan semakin membingungkan.

Sebenarnya hanya ada tiga Pola Candlestick Umum yang sering muncul.

  • Sumbu Kecil dengan Tubuh Panjang

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, semakin panjang tubuhnya, maka akan semakin jelas.

Artinya, pembeli ataupun penjual benar-benar percaya diri dan membentuk candle hijau atau merah yang kuat.

Aksi Harga: Jika kita terus menerus melihat candle hijau yang kuat maka kita harus melakukan trading beli.

Lalu, Jika kita terus menerus melihat candle merah yang kuat maka kita harus melakukan trading jual.

  • Sumbu Kecil dengan Tubuh Kecil

Jenis candlestick semacam ini menunjukkan adanya kebingungan antara a pembeli dan penjual.

Aksi Harga: Melakukan trading dengan jenis candle semacam ini akan sedikit berisiko. Namun, jika Anda menggunakan support dan resistance atau indikator alternatif apa pun maka risikonya dapat diminimalkan.

  • Sumbu Panjang dengan Tubuh Kecil

Seperti yang sudah disebutkan, semakin panjang sumbu berarti semakin banyak kebingungan.

Pola ini juga menunjukkan kebingungan antara pembeli dan penjual.

Jenis candle seperti ini pada dasarnya menandakan kemungkinan pembalikan tren.

Aksi Harga: Jika candlestick seperti ini muncul. maka kita harus menunggu pembalikan tren dan menggunakan support dan resistance untuk mengonfirmasi order Anda.

Penutup:

Jadi, membaca dan melakukan trading dengan candlestick adalah hal yang mudah. Anda hanya perlu mengingat ketiga pola ini dan cara kerjanya.

Saya sangat menyarankan Anda untuk menggunakan support dan resistance atau indikator alternatif lainnya untuk mengonfirmasi order Anda.

Artikel ini membahas tentang pola candlestick, pola candlestick lengkap, cara membaca candlestick, jenis candlestick, grafik candlestick, macam-macam candlestick, contekan candlestick & sebagainya 

Semoga berhasil 🙂

 

 

Leave a Reply

Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Valentine's day Sale 💝💘 !! Join Olymp Trade today & get upto 100% welcome bonus

X